Sebagai ketua BTM yang baru, Fandi berharap Inspektorat segera turun mengaudit Kontraktor tersebut. “Bahkan harus menggunakan pengawasan publik, dalam hal ini akademisi harus turut terlibat mengawasi kondisi masjid,” pintanya.
Sehingga di periode yang ia pimpin ini, masjid adalah tempat kenyamanan bagi jamaah yang tengah beribadah. Selain itu, demi keselamatan jamaah.
“Jadi setahu kami, proyek rehab anggaran cukup besar. Tapi, proses rehab hanya di atap masjid saja, kondisi atap makin bocor. Pihak kontraktor yang menggunakan uang negara wajib tanggung jawab, secepatnya di audit,” tandasnya. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!