Masjid Raya Baiturrahman Morotai Alami Kerusakan, Padahal Baru Direnovasi Tahun Lalu

Selain jadi imam, Sayuti sering mengambil resiko naik memperbaiki atap masjid bocor dengan tinggi  bangunan kurang lebih 17 meter.

“Rehab corcoran atap masjid itu mereka pake aspal, tapi setelah di rehab ada yang retak, terus konstruksi bangunan di atas itu beban sudah berat karena material aspal,” ungkapnya.

Akibatnya. Sayuti bilang, keramik dinding masjid mengalami retak dan jatuh lantaran konstruksi tiang bangunan tidak mampu menahan beban.

BACA JUGA  Pemkab Morotai Resmi Kelola Pasar Ikan D'Aloha, Bupati Rusli : Kami Siap Dukung Investasi Perikanan Nasional

“Jadi, setiap hujan itu air dari atap tergenang di dalam masjid, dari kecil sampai besar terdapat puluhan titik plafon bocor, yang besar ada 6 titik Gypsum. Itu mau talapas jatuh. Saya tahu benar, karena selain saya jadi imam di masjid ini, saya sering naik perbaiki menara dan atap masjid, ”akunya.

Sementara itu, ketua BTM Baiturrahman, Fandi Latief meminta pihak inspektorat  mengaudit anggaran rehab bangunan masjid.

BACA JUGA  Pangkat Tak Cukup, Eka dan Yerrie Batal Ikut Lelang JPTP di Pemprov Malut

“Memang kondisi konstruksi bangunan belum sampai setahun tapi rata-rata sudah rusak,’ katanya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah

error: Konten diproteksi !!