Ia juga menegaskan kepada jajaran bahwa perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Budaya kerja yang profesional, transparan, dan melayani adalah kewajiban. Tidak ada lagi ruang bagi pola pikir lama yang menghambat kemajuan. Sebab, birokrasi yang baik adalah yang melayani, bukan dilayani.
“Di usia ke-16 ini, kita tidak boleh berjalan di tempat. Visi dan Misi pembangunan yang telah kita susun harus menjadi arah perjuangan bersama,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengajak kepada semua pihak agar bergandengan tangan, bahu membahu, dan bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan Morotai yang lebih baik. “Jangan ada lagi sekat-sekat yang menghambat persatuan dan sinergi. Akhirnya, saya mengajak kita semua untuk menjadikan peringatan HUT ke-16
Kabupaten Pulau Morotai ini sebagai momentum kebangkitan, semangat baru, dan komitmen bersama dalam membangun,” akhirinya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD, Muhammad Risky menyampaikan, peringatan HUT ke-16 Kabupaten Pulau Morotai tahun 2025 adalah kebahagiaan dan kekeluargaan yang dirasakan saat ini, bernilai ibadah dan menjadi motivasi bagi semua orang.
“Dalam suasana kebahagiaan dan kekeluargaan saat ini, kiranya kebahagiaan dan kekeluargaan yang kita alami dan rasakan bisa bernilai ibadah dan menjadi motivasi bagi kita untuk dapat mewujudkan anugerah Tuhan Yang Maha Esa bagi daerah Bumi Moro yang kita cintai ini,” tuturnya.
Risky menjelaskan, otonomi daerah yang ditetapkan oleh pemerintah tahun 2009 lalu kepada Negeri Bumi Moro ini, di mana pada tahun 2025 ini genap berusia 16 tahun, tentunya tidak terlepas dari proses perjuangan oleh para tokoh/pejuang pemekaran yang panjang dan melelahkan.
“Maka mestinya di dalam sanubari, kita perlu mengucapkan terima kasih disertai doa atas budi baik dan perjuangan mereka. Di setiap tahun ketika kita memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Pulau Morotai tahun 2025 ini mengingatkan kita akan pentingnya mengingat sejarah dan menghargai perjuangan para pelaku sejarah pemekaran. Sebagaimana dalam perkataan inspiratif dari Bapak Proklamator Ir. Soekarno untuk tidak pernah melupakan sejarah sangat relevan dalam membangun identitas dan motivasi kita sebagai masyarakat Pulau Morotai,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!