Terkait penemuan bangkai kapal di perairan Desa Bokimiake Halmahera Selatan, lanjut Iwan, pihaknya masih berkoordinasi untuk memastikan apakah benar Bangkai tersebut adalah Kapal LCT SJP 168 A atau tidak.
“Apabila benar itu adalah bangkai kapal LCT maka kemungkinan Operasi SAR kami buka kembali dan Tim melakukan penyelaman di dalam bangkai Kapal tersebut, sementara kendala yang dihadapi saat operasi lalu adalah kondisi cuaca yang cepat berubah-ubah, karena cuaca ekstrem,” sambungnya.
Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian yaitu Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Malut, DENBEKANG XV/2.A TERNATE, Lanal Ternate, KSOP Bitung, KN. Pasatimpo, KSOP Ternate, Kantor Kesehatan Pelabuhan Ternate, Agen Kapal, ORARI, RAPI, Nelayan Maluku Utara, Pemerintah Kelurahan Tifure, Pemerintah Desa Lelei, Pihak Perusahaan dan Pemdes setempat.
Adapun 4 korban kapal LCT yang belum ditemukan yaitu, Muh Mufly ( Mualim I), Baharuddin Zamani (Kkm), Zuber (Juru Minyak), dan M. Sapri Pammu (Juru Masak). Sementara yang selamat yaitu, Philips J.M Nasarany (Nahkoda), Rahmat (Masinis), Hamdani (Juru Mudi), dan Irwandi (Juru Mudi). (RI/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!