Kata Syafruddin, program MBG semua ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia. Di Morotai sendiri program MBG baru diberlakukan di wilayah Kecamatan Morotai Selatan, dengan melibatkan 3.500 siswa PAUD, SD, SMP dan SMA. Ditambah dengan sekolah swasta atau sekolah negeri di bawah Kementerian Agama. “Jadi kalau kita hitung sekolah untuk di bawah Pemda itu sekitar 3.500 siswa. Jadi itu jumlah yang kita peroleh. Tapi untuk data di Kemenag kita tidak tahu. Yang menyediakan makanan pihak ketiga,” sebutnya.
Saat ditanya, kalau untuk menu makanan sendiri yang disiapkan apa-apa saja? Ia bilang untuk menu makanan tidak monoton sebagaimana presentasi dari Badan Gizi Nasional. “Jadi menu makanan itu dia variatif, bisa saja telur, ikan dan ayam,” ucapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!