Bukan Cuma Nikel, Bisnis Hewan Reptil dari Maluku Utara Tembus Pasar Tiongkok

Selain Patola, ada juga ular Mono Pohon (Mata Buta) dengan harga jual Rp 100.000 per ekor, sementara berwarna silver (axantik) Rp 500.000 per ekor. Kemudian ular Halmahericus atau biasa disebut ular tanah Rp 500.000 per ekor, sedangkan Ular Salak Rp 500.000 ekor.

“Jalur pengiriman ini melalui pesawat dan diturunkan di Jakarta. Kan ada ada pembeli dari Jakarta, dia juga termasuk eksportir, kita bekerja sama dengan dia, yang saya tahu, eksportir ini biasa kirim ke Thailand, dan China,” ungkap pemegang izin yang tidak mau disebutkan namanya itu.

BACA JUGA  Polres Sula Tangkap 6 Orang Terkait Judi Online

Menurut sumber, bisnis yang digelutinya ini tak hanya soal uang akan tetapi juga hobi. “Beberapa artis saja pelihara hewan,” cetusnya.

Berdasarkan data yang dikantongi, sepanjang tahun 2024 tercatat ada 2.235 ekor hewan reptil yang dilalulintaskan keluar dari Maluku Utara, terdiri dari Kadal sebanyak 907 ekor, Soa-soa Layar 239 ekor, ditambah 751 ekor Tokek dan 338 ekor Ular.

BACA JUGA  Pemda Halteng Bakal Rekrut Tenaga PPPK, Ini Jumlah Formasinya

Adapun reptil yang dikirim keluar ini salah satunya yaitu jenis Soa Layar (hydrosaurus weberi). Reptil merupakan salah satu kadal bersirip yang hidup di pepohonan bakau ini pernah masuk kategori dilindungi melalui PP No 7 tahun 1999, namun status perlindungannya dicabut lewat Permen LHK No 6 tahun 2018 karena populasinya dianggap cukup stabil.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah