Bukan Cuma Nikel, Bisnis Hewan Reptil dari Maluku Utara Tembus Pasar Tiongkok

Ternate, Maluku Utara – Jual beli hewan reptil bukan barang baru di Indonesia. Bisnis ini terbilang menguntungkan bagi penjual. Tercatat dua tahun terakhir Indonesia mampu mengekspor ratusan ton hewan reptil ke 10 negara tujuan yang nilainya mencapai jutaan dollar. Dari 10 negara tujuan tersebut, Amerika Serikat  (AS) menjadi pembeli reptil terbesar dari Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai separuh dari hasil penjualan.

BACA JUGA  Bawaslu Kepsul Usul 13,25 Miliar untuk Awasi Pilkada 2024

Di Maluku Utara, salah satu pemegang izin resmi yang enggan mencatut namanya menyebutkan, bisnis ini terbilang menghasilkan banyak cuan di kalangan pebisnis. 

Kata sumber, untuk nilai hewan reptil yang diperdagangkan itu tergantung jenis. Untuk reptil jenis kadal Lidah Biru atau Kadal Panana (Ngase) di pasaran dihargai hingga Rp 270.000 per ekor, sementara untuk yang silver (Axantik) dibanderol Rp 750.000 per ekor. 

BACA JUGA  KPU Haltim Tetapkan DPT Pemilu 2024 Sebanyak 66.156 Pemilih

“Selain kadal lidah biru ada juga kadal Obi itu dijual dengan harga Rp 200.000 per ekor. Kalau Soa-soa Rp 500.000-750.000 per ekor, Tokek harga satuan Rp 100.000 per ekor, dan untuk ular ada beberapa jenis, seperti Patola Halmahera biasanya Rp 500.000 sampai Rp 700.000 per ekor,” ungkap sumber saat dihubungi wartawan via WhatsApp, Sabtu (18/01/2025).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah