Bagi mantan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unkhair itu ada tiga komponen yang harus didorong oleh pemerintah daerah. Pertama, harus hadirkan pabrik industri perikanan yang maksimal untuk mengelola ikan ketika ditangkap. Kedua, pengadaan armada kapal yang besar di atas dari 30 GT.
“Kita tidak mampu bersaing atau berkompetisi dengan perikanan-perikanan atau nelayan-nelayan luar, karena kita hanya mempunyai kapasitas kapal paling besar 30 GT,” jelas Surahman.
Ketiga, Sumber Daya Manusia (SDM) yang memenuhi, hal ini menjadi indikator karena di Maluku Utara kaya akan sumber daya alamnya. “Mereka harus mampu mendesain memanfaatkan sumber daya laut itu,” ujarnya.
Lebih lanjut Surahman menjelaskan bahwa Maluku Utara ada Sentral Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Morotai. Namun itu tidak bergerak secara maksimal, karena masih terjadi illegal fishing atau pencurian ikan dan lain sebagainya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!