Ternate, Maluku Utara – Kota Ternate merupakan salah satu daerah di Provinsi Maluku Utara dengan jumlah produksi sampah terbesar. Dalam kurun waktu tiga (3) tahun terakhir produksi sampah di daerah ini mencapai ratusan ton. Dari data yang dikantongi, jumlah produksi sampah di Kota Ternate mulai dari tahun 2022 mencapai 120 ton per hari. Jumlah ini meningkat di tahun 2023 sebanyak kurang lebih 200 ton per hari, dan tahun 2024 sebanyak 140 ton per hari.
Dalam sehari, jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 100-200 ton. Sampah di Ternate terdiri dari berbagai jenis, seperti organik, plastik, kertas, dan logam. Kecamatan Ternate Tengah, tepatnya di wilayah pasar, merupakan penyumbang sampah terbesar di Kota Ternate.
Dari data riset tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) tercatat ada 1.342 pieces sampah yang terdata, dimana sebanyak 197 pieces atau 14,4 persen adalah sampah kemasan yang hasil produksi pabrikan, seperti bungkus shampo, pepsodent, kemasan penyedap rasa hingga teh celup kemasan.
Sedangkan 500 pieces sampah yang dipungut di Kampung Makasar, Kecamatan Ternate Tengah dan perairan Ternate, ditemukan 5 produsen paling banyak sampahnya. Yakni Mayora (40,6 persen), Unilever (14,4 persen), Danone (11,6 persen), Indofood (5,8 persen) dan Wings (4,7 persen). Sedangkan produsen lainnya 21,9 persen seperti Nestle, Coca-cola, Santos, dan Nabati. (Mongabay.co.id)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!