PAD Haltim Tak Capai Target, Tetap Optimis di Paruh ke Dua

Maba, Maluku Utara- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) pada semester pertama tahun 2021 baru mencapai Rp 20.381.681.687.19. Angka tersebut terbilang cukup kecil karena hanya 30 persen dari total proyeksi PAD tahun 2021 sebesar Rp 88.381.681. 49.19 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Haltim, Dwi Cahyo saat diwawancarai Haliyora, Senin (09/08/2021)

Dwi menuturkan, capaian PAD tersebut mencakup realisasi pajak sebesar Rp 3 miliar lebih, retribusi sebesar Rp 448 juta lebih, sedangkan untuk lain-lain Pendapatan yang sah sebesar Rp 1 miliar lebih.

“Nah untuk pajak sendiri komponennya terdiri dari, air bawah tanah, galian C, hotel, katering, reklame, PBB, kemudian BPJTB dan pajak penerangan jalan. Kalau untuk retribusi terdiri dari IMB, Pasar, Perikanan, Pertanian,  Kepelabuhanan dan tenaga kerja asing, sedangkan pendapatan lain-lain yang sah sendiri adalah dari sektor pertambangan,” ungkap Dwi.

Dwi menjelaskan, jika sesuai dengan target pemasukan PAD tahun 2021, maka realisasi yang diterima oleh bidang pendapatan tersebut terbilang masih sangat kecil karena baru mencapai 30 persen dari total target PAD tahun ini.

BACA JUGA  Sampah dan Taman Kota tak Terurus, Bupati Haltim Semprot Kadis DPLH

“Memang ini masih sedikit sekali, karena untuk pajak kita baru 30 persen, retribusi sudah 52 persen, sedangkan untuk pendapatan lain-lain yang sah juga baru sekitar 25 persen, jadi total realisasi PAD pada semester pertama ini kita baru di angka 30 persen realisasi PAD kita,” ujarnya.

Kata dia, kendatipun baru mencapai 30 persen, dirinya optimis di sisa waktu enam bulan ke depan (semester II) realisasi  PAD dipastikan akan naik.

“Memang banyak faktor yang mempengaruhi, terutama pandemi Covid-19, sehingga ada beberapa sektor belum kita capai dan kita akui itu, tetapi pada sektor lain saya optimis akan kita capai bahkan bisa lebih, sehingga menutupi kekurangan yang ada, karena kita punya waktu masih 6 bulan ke depan,” katanya.

Mantan Kabid Aset itu juga mengaku pihaknya masih tetap optimis bisa mencapai target di sisa waktu yang ada dengan memaksimalkan segala upaya yang dimiliki, sehingga target PAD yang sudah diproyeksikan bisa dicapai pada akhir tahun 2021 ini. “Tetapi biasanya di akhir-akhir itu penggejotan realisasi lebih maksimal, termasuk dari sektor pertambangan yang sangat besar nilainya, yang pasti saya masih sangat optimis,” ungkapnya.

BACA JUGA  KPPN Ternate Apresiasi Dinas PUPR Malut

Salah sayu potensi PAD yang saat ini sedang dimaksimalkan oleh BPKAD melalui bidang pendapatan adalah pemanfaatan galian C yang dianggap sangat berpotensi jika digarap dengan baik.

“Salah satu potensi PAD yag sangat besar itu sebenarnya adalah galian C, kalau sebelumnya pemanfaatan galian C ini banyak yang lepas karena kebanyakan adalah pembiayaan proyek APBN maupun provinsi, tetapi saat ini kita sudah MOU dengan Provinsi untuk menjaring sektor ini dengan baik agar tidak lepas lagi,” katanya.

Sementara untuk realisasi pada galian C ini, pihaknya tinggal mengajukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut dari MOU dengan Pemerintah Provinsi.

“Saya pastikan pekan depan sudah selesai dan kita langsung eksen, dan kalau ini sudah dilakukan pastinya semua potensi galian C bisa terjaring dan saya pastikan sangat besar, tanpa mengabaikan sektor produktif lainnya,” pungkas Dwi. (RH-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah