Untuk itu, ia berharap kepada semua ASN agar bersabar, karena pihaknya juga sudah mencari solusi untuk segera menyelesaikan hak ASN di beberapa item yang sudah dijelaskan agar bisa diselesaikan.
“Kami juga masih punya waktu di beberapa hari ke depan untuk mendapat DBH prabayar dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu ASN bernama Etno di hadapan Pj Bupati, Sekda dan Kepala BPKAD mengaku saat ini para ASN sudah kecewa jika model pembayaran seperti yang dijelaskan oleh Sekda.
“Jadi soal TPP ini kami merasa Pj Bupati sudah membohongi kami. Karena kami yakin jika model pembayaran TPP seperti yang dijelaskan oleh Sekda itu maka akan membebankan daerah lagi. Jika TPP empat bulan dibayar tahun 2025, lalu TPP di bulan Januari dan seterusnya akan bagaimana lagi. Dan itu nanti akan tertunggak juga,” ujarnya.
Mendengar hal itu, Sekda mengatakan bahwa pihaknya akan melihat devisit. “Okelah kita lihat devisit, maka 2025 saya akan menyelesaikan devisit yang ada. Kita tetap pada komitmen bahwa kami akan menyelesaikan,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!