Maluku Utara, Haliyora.id – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Maluku Utara, meminta kepada KPU baik kabupaten/kota dan provinsi agar mengurangi debat kandidat calon kepala daerah baik di televisi swasta dan nasional.
Ketua JPPR Maluku Utara, Jainul Yusup mengatakan, untuk menampilkan debat kandidat yang disiarkan langsung di televisi biayanya terbilang mahal, sementara warga Maluku Utara juga tidak terlalu banyak menonton TV. Warga kata Jainul, lebih cenderung menonton serial atau sinetron ketimbang debat kandidat.
“Kami berharap kurangilah debat di TV, karena sekali tayang debat, bayarannya ratusan juta, sampai miliaran rupiah, mendingan debat itu buat saja di kabupaten/kota, warga bisa saksikan langsung, dan disiarkan melalui radio dan media media lokal dalam jaringan,” kata Jainul kepada redaksi Haliyora.id, Kamis (31/10/2024).
Menurutnya, daripada membayar media TV swasta atau nasional untuk acara debat kandidat, lebih baik KPU memberdayakan media lokal demi mengefisiensi anggaran. Untungnya lagi adalah warga bisa hadir dan menyaksikan langsung acara debat tersebut.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!