Dikatakan, golongan barang yang diekspor berupa besi dan baja (HS 72) ke Tiongkok, India, dan Taiwan, golongan barang nikel (HS 75) ke Tiongkok dan Norwegia, golongan barang bahan kimia anorganik (HS 28) ke Tiongkok, golongan barang logam dasar lainnya (HS 81) ke Tiongkok, dan golongan barang ikan dan udang (HS 03) ke Vietnam dan Singapura.
Sementara, untuk nilai impor pada September 2024 sebesar US$ 407,03 juta, naik 26,84 persen dibanding Agustus 2024 yang senilai US$ 320,91 juta dengan volume impor sebesar 1.833,70 ribu ton, naik sebesar 36,49 persen dibanding Agustus 2024 yang sebesar 1.343,43 ribu ton.
Nurhidayat menyebutkan, pada bulan September Maluku Utara mengimpor 44 golongan barang dengan nilai impor terbesar pada golongan mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) senilai US$ 108,61 juta. Barang impor Provinsi Maluku Utara pada bulan September 2024 berasal dari Tiongkok, Philipina, Jepang, Kuwait, Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, Vietnam, Korea Selatan, Kanada, Australia, dan Italia.
“Untuk neraca perdagangan Maluku Utara pada bulan Januari sampai dengan September 2024 mengalami surplus senilai US$ 4.606,35 juta,” pungkasnya. (RUL/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!