Tak lama berselang, kejadian itu terjadi. Melihat kebakaran speedboat tersebut, personel gabungan TNI-Polri bersama pemadam kebakaran yang dibantu masyarakat langsung melakukan pemadaman api dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan pertama.
“Dari 22 korban yang berhasil dievakuasi tersebut, 16 orang saat ini dilakukan perawatan intensif, dan 6 orang dinyatakan meninggal dunia,” sebutnya.
Data korban meninggal dunia
- Benny Laos (calon gubernur Maluku Utara)
- Mubid A. Wahid (ketua DPW PPP Maluku Utara
- Bripka Hamdani Buamona (Walpri Calon Bupati Kepulauan Sula)
- Ester Tantri (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara
- Nasrun (Pegawai Perizinan Satu Pintu
- Mahsudin (Operator speedboat Bela 72)
Data korban yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit
- Sherly Tjoanda (Istri Benny Laos)
- Hendrata Theis (Cabup Kepulauan Sula)
- Pangeran Amir
- Sance Finoa
- Nursan kurung
- Muh Iqbal
- Ignatius Aditya Pramana
- Haidar Azzam
- Tora
- Klaudia Vega Adarta
- Meriana Meskopa (ibu Bhayangkari)
- Susianto (TNI)
- Irsan
- Faisal
- Irfan B Daeng
- Rachmat Sudarsono
Saat ini Polda Maluku Utara sudah menerjunkan 5 personel dari Inafis untuk membackup Polres Pulau Taliabu dalam mengidentifikasi korban kebakaran speedboat Bela 72 tersebut.
“Kami turut prihatin dan mengucapkan bela sungkawa atas terjadinya insiden ini, untuk penyebab kebakaran kami masih terus melakukan penyelidikan,” pungkas Kombes Pol. Bambang Suharyono. (Riv/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!