SK juga mengatakan bahwa pengarahan tersebut berasal dari salah satu staf ahli pemerintah daerah, yang sudah beberapa kali mengunjungi Puskesmasnya guna memberikan arahan ke salah satu kandidat bupati dan gubernur.
SK bahkan menekan ke stafnya agar tak main-main. Bagi siapa saja yang tidak mengikuti keinginannya maka ganjarannya adalah keluar dari Puskesmas tempat mereka bekerja.
“Kalau ngoni tara senang deng saya, kalo ngoni tara iko saya silahkan ngoni tempati di tempat lain. Untuk di sini kabawa saya akan perbaiki sesuai deng torang pe ini, sudah dua kali pa staf ahli datang ke sini, untuk kase pengertian pa kitorang. Kalo ini tara torang jalankan saya yakin percaya torang pincang, dan saya akan kase tunjung pa ngoni seperti apa itu pincang,” kata SK dengan nada mengancam seperti video yang tersebar itu.
Syamil Kamarullah alias SK, Kapus yang diduga mengintimidasi stafnya dan viral itu ketika dikonfirmasi oleh wartawan Haliyora.id via telepon seluler beberapa kali, masih aktif tapi tidak diangkat. Saat dihubungi kembali nomornya di luar jangkauan. Pesan WhatsApp juga tidak dibalas hingga berita ini ditayangkan. (Mg02/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!