Nama Salah Satu Cabup di Taliabu Terseret Dugaan Skandal Pemotongan Dana BOS

Bahkan menurut sumber, hal tersebut atas dasar perintah mantan Kepala Dinas Pendidikan, Citra Puspasari Mus (CPM) yang disampaikan melalui AU alias Ari dan kemudian disetorkan melalui  S.

“Soal pemotongan itu benar ada, dan itu diperintahkan langsung oleh CPM ke AU, kemudian kami setor itu melalui salah satu stafnya,” ungkap salah satu Kepsek yang namanya tidak mau disebut kepada wartawan, Rabu (02/10/2024). 

Kata sumber, pemotongan tersebut dilakukan pasca pencairan dan BOS di Bank BPD Malut KCP Bobong. “Jadi kami setelah pencairan dari Bank itu langsung menuju ke dinas, setelah tiba di dinas uang itu kami serahkan ke staf atas nama S, uang sudah terisi dalam amplop dan nilainya juga sudah ditentukan dari dinas, jadi sudah ada daftar list nilai yang mau disetor, jadi kami setor sesuai dengan nilai yang sudah ditentukan itu,” ungkapnya. 

BACA JUGA  Berikut Harga Bahan Pokok di Taliabu Per Jumat 17 April 2026

“Nilai yang kami setor juga berbeda-beda, tidak sama, contoh seperti saya, total dana BOS di sekolah saya itu Rp 60 juta saya setor Rp 12 juta, ada teman lain (kepsek) dana BOS-nya juga Rp 60 juta tapi dia juga setor Rp 30 juta. Rata-rata dana BOS yang dipotong itu hampir semua sekolah, itu 40 sampai Rp 70 juta bahkan ada yang lebih. Pemotongan itu mulai dari 10 sampai 15 persen dari total jumlah BOS. Pemotongan ini juga sudah berlangsung lama dan setiap tahun itu dipotong per tahapan, jadi dalam satu tahun itu dua kali potong karena dua kali cair,” sambungnya.

BACA JUGA  DAK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halteng 2025 Turun Drastis
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah