Tak hanya gempa, Angki mengatakan bahwa dalam bulan September ini, warga Morotai juga menghadapi cuaca ekstrim seperti angin kencang, dan abu vulkanik yang diduga berasal dari Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara.
“Pokoknya cuaca alam ekstrim mulai dari cuaca laut, angin kencang, bahkan abu vulkanik pun dialami warga, ditambah gempa lagi. Ini kita harus waspada,” ujarnya.
Sementara itu, gempa ini menimbulkan kerusakan sejumlah rumah warga. Dari data sementara yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai menyebutkan sedikitnya ada 23 rumah yang mengalami rusak sedang dan berat. (RF/Red1)
Berikut jumlah kerusakan rumah warga akibat gempa 5,6 SR yang mengguncang Kabupaten Psementara yang dihimpun media ini.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!