Menurut Ruslan, capaian realisasi penerimaan PAD untuk semester pertama ini tentu masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar Rp 100 miliar. Hal itu dikarenakan belum maksimalnya OPD pengelola pendapatan daerah dalam melakukan penarikan retribusi untuk objek yang menjadi sumber PAD.
“Kendala yang dihadapi dari target PAD yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah yakni, belum maksimal tindaklanjuti di lapangan, untuk itu di beberapa bulan kedepan, tim internal Bapenda akan melaksanakan giat pungutan sekaligus pemutakhiran data, yang nanti dibagi dua tm,” kata Olan, sapaan akrabnya Ruslan.
“Kegiatan yang di maksud akan dilaksanakan di semua desa, sekaligus membentuk Tim Terpadu Optimalisasi PAD Tingkat Desa. Tentunya target memaksimalkan PAD harus mendapatkan dukungan lintas sektor, khususnya OPD pengelola PAD,” sambungnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!