Kata Nurwiyanti, kegiatan dilaksanakan karena Indonesia saat ini sedang menghadapi bonus demografi, dimana penduduk usia produktif lebih banyak dari yang tidak produktif.
“Jadi kalau remaja tidak merencanakan kehidupannya secara matang, maka dengan sendirinya Sumber Daya Manusia Morotai akan rendah, sehingga produktivitas kerja dan kesempatan dalam mendapat kehidupan yang sejahtera dan layak akan berkurang,” ujarnya.
Lanjutnya, dengan minimnya pengetahuan remaja menyebabkan masalah baru dimana remaja yang menikah pada usia dini sangat rentan terhadap produktivitas mereka saat melahirkan yang memicu kejadian stunting.
“Olehnya itu, remaja harus diberikan pendidikan kependudukan agar diajarkan untuk menghindari seks bebas, narkoba dan pernikahan dini,” tandasnya. (RF/PN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!