Muhlis berharap, dengan adanya sosialisasi yang digelar tersebut dapat menyajikan data sesuai dengan data riil di lapangan yang didata oleh petugas kesehatan disaat pelayanan Posyandu maupun sweeping yang dilakukan dari rumah ke rumah. Ini dilakukan guna mendapatkan sasaran bayi balita yang merupakan sasaran stunting yang ada di seluruh wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Sula.

Lanjut Muhlis, data tersebut akan diinput oleh petugas gizi dalam Aplikasi Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) yang terpantau langsung dari pusat.
“Data-data ini yang akan dipakai untuk sasaran intervensi pengukuran serentak oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting,” pungkasnya. (RSF/Adv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!