Menurut Bambang, Nilai investasi yang paling besar itu berada di sektor industri pengolahan, sementara untuk pertambangan tidak terlalu dominan karena prosesnya pengurusan izin terbilang sangat rumit.
“Tahapannya itu panjang dan lama, sedangkan yang membuat daerah untung karena IUP yang kita keluarkan sebanyak 108 IUP itu banyak yang belum aktif, yang aktif sekitar 20 IUP, akan tetapi karena harga nikel dan ore naik sehingga tambang yang tertidur itu bangkit kembali,” ujarnya.
Bambang menyebutkan, jika IUP kembali beroperasi maka secara tidak langsung daerah sudah tidak lagi membuka IUP baru.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!