Pemprov Maluku Utara Target Investasi Rp 98 Triliun di 2024, Kadis DPM-PTSP : Melebihi Tahun Lalu

Menurut Bambang, Nilai investasi yang paling besar itu berada di sektor industri pengolahan, sementara untuk pertambangan tidak terlalu dominan karena prosesnya pengurusan izin terbilang sangat rumit.

“Tahapannya itu panjang dan lama, sedangkan yang membuat daerah untung karena IUP yang kita keluarkan sebanyak 108 IUP itu banyak yang belum aktif, yang aktif sekitar 20 IUP, akan tetapi karena harga nikel dan ore naik sehingga tambang yang tertidur itu bangkit kembali,” ujarnya.

BACA JUGA  Skenario Kawasan Khusus Kota Sofifi

Bambang menyebutkan, jika IUP kembali beroperasi maka secara tidak langsung daerah sudah tidak lagi membuka IUP baru.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah