Sejauh ini lanjut Andi, kaitannya dengan pencemaran ada beberapa hal yang disoroti, pertama adalah pencemaran air laut dan udara, kemudian tujuan dari kebijakan hilirisasi untuk peningkatan investasi.
Disisi lain ada dampak negatif dari sisi pencemaran lingkungan yang menjadi perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar bagaimana bisa berkolaborasi dan memaksa menjadi agenda yang harus diprioritaskan.
“Tidak hanya investasinya atau pembangunan smelternya saja tapi harus diperhatikan polusi air laut dan air sungai dari hasil pengelolaan itu harus ada perhatian khusus, disana tidak langsung dibuang saja begitu. Jadi tidak hanya perhatian di investasi tapi perlu ada perhatian dari sisi pengelolaan limbahnya itu,” tukasnya.
Andi bilang, tujuan dari FGD ini adalah membicarakan soal dampak ke depan. Sebab, hilirisasi ini tidak hanya dilihat dari dampak ekonomi saja tapi juga dampak jangka panjang bagi generasi yang akan datang, misalnya dengan kehadiran tambang di Halteng menarik perhatian banyak orang berkunjung atau menetap. Ini tentunya membutuhkan akselerasi dimana Pemda Halteng dituntut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!