Tidore, Maluku Utara- DPRD Kota Tidore Kepulauan meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas II (KSOP) Ternate agar bertindak tegas terhadap pelaku jasa transportasi rute Tidore, Oba dan Ternate yang mengabaikan keselamatan penumpang.
Hal ini menyusul adanya keluhan para pengguna jasa transportasi laut speed boat dan motor kayu baik rute Tidore ke Ternate dan sebaliknya, dari Tidore ke Oba dan sebaliknya, begitu juga dari Oba ke Ternate dan sebaliknya.
Koordinator komisi II DPRD Tikep Mochtar Djumati saat diwawancarai wartawan mengatakan, keselamatan penumpang juga merupakan tanggungjawab KSOP.
“Ada video viral speed boat bocor dan laporan masyarakat terkait keselamatan penumpang sehingga kami membicarakan ini dengan KSOP Ternate pada Jumat kemarin karena mereka yang mempunyai kewenangan,” kata Mochtar, Sabtu (6/1/2024).
Selain itu, DPRD Tikep juga meminta KSOP Kelas II harus memeriksa kelaikan speed boat dan motor kayu sebelum mengeluarkan izin berlayar.
“Harus memenuhi standar, disediakan juga pelampung harus sesuai jumlah penumpang dan penempatan pelampung harus pada masing-masing penumpang, jangan ditaruh di depan speed boat, ini juga yang harus diperhatikan KSOP sebelum mengeluarkan izin berlayar,” tandas Mochtar. (RY/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!