Abrasi sendiri merupakan proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak, sehingga kondisi tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam zona potensi bencana alam.
Untuk menghindari pengrusakan lingkungan, dibutuhkan sinergitas, kolaborasi dari berbagai pihak. Menurut Awat, dukungan yang ditunjukan berbagai pihak dalam kegiatan ini sangat baik. Untuk itu, dia mengapresiasi seluruh stakeholders yang turut hadir menjaga pesisir laut itu.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan acara ini, sehingga sinergi yang kita bangun bersama ini dapat terjalin dalam melakukan kegiatan yang membawa dampak positif bagi daerah kita, khususnya di Provinsi Maluku,” ucapnya.
Awat berharap, dengan penanaman 2.000 bibit Mangrove ini dapat dijaga bersama, sehingga dampaknya dapat dirasakan di tahun-tahun mendatang.
Di lain sisi, Deputi I KSP, Febry Calvin Tetelepta menyampaikan rasa terima kasih untuk PLN, untuk PLN UIW Maluku dan Maluku Utara terkhususnya yang bukan hanya memperhatikan kondisi kelistrikan kedua provinsi ini namun juga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dengan melakukan penanaman Mangrove.
“Ini juga merupakan komitmen PLN untuk Desa Waai, dimana ada beberapa proyek strategis PLN yang berada di sekitar Desa Waai, sehingga PLN tetap konsisten berkomitmen menjaga ekosistem perairan yang ada di Desa Waai.
Narahubung
M. Syaiful Ali
Manager Komunikasi dan TJSL
PLN UIW MMU
+62811-4322-332
ali.syaiful@pln.co.id

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!