Adapun penerima manfaat bantuan tersebut terdiri dari delapan orang dengan jenis usaha kuliner. Mereka menerima bantuan berupa peralatan penunjang usaha, yakni Freezer, Pengering, Oven, Mixer, Pemipih Adonan, Pengiris Keripik, Perajang, Timbangan, Perekat kemasan dan Alat Tulis Kemasan. Penggunaan peralatan ini telah memanfaatkan Electrifying Lifestyle.
Semua peralatan yang disalurkan merupakan alat yang diperlukan untuk menunjang keberlangsungan usaha yang dijalankan. Setahun sudah, usaha yang dijalankan memberikan dampak signifikan. Berkat pemanfaat peralatan secara bijak, peningkatan jumlah produksi terjadi seiring berjalannya waktu.
“Kami memantau perkembangannya memang dengan adanya bantuan ini, tidak ada lagi kendala soal produksi. Semakin banyak permintaan di pasaran dan usaha kian berkembang,” pungkas Awat.
Adapun sebelum dikucurkan bantuan ini, para pelaku UKM di Negeri Rutah terkendala peralatan untuk memproduksi produk. Sebab, peralatan yang digunakan cukup seadanya. Hal ini juga memakan waktu produksi yang kian panjang. Alhasil, pendapatan yang didapatkan tidak sebanding dengan modal usaha, waktu dan tenaga yang digunakan selama ini.
Bantuan pengembangan UKM ini memberikan semangat baru bagi mereka dalam menjalankan usahanya. Hal ini turut berpengaruh pada angka penjualan yang meningkat hingga 70 persen. Jumlah jajanan yang diproduksi pun semakin beragam. Seperti aneka Keripik, Abon, Roti, aneka kacang-kacangan, dan Dodol.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!