Dia menceritakan, mulanya saat bertolak dari pelabuhan Imam Lastori dengan tujuan Ternate, kondisi cuaca terbilang bersahabat.
“Yang jelas kalau cuaca buruk sekali gak mungkin kami kasih surat persetujuan berlayar atau SPB. Karena kondisi cuaca saat ini setiap hari kita update, dan kalau nahkoda dia merasa bahwa cuacanya buruk dia tidak berkewajiban untuk berlayar. Kalau dia merasa bisa ya bismillah, karena kadang-kadang di sini angin, di sana tidak angin,” katanya.
Menurut Anwar, sesuai prosedur, setiap kapal yang hendak diberangkatkan akan diperiksa seluruh kelayakannya termasuk syarat administrasi berlayar.
“Jadi sebelum kapal itu berangkat, pihak sahbandar sudah lebih dulu melakukan pemeriksaan di semua alat-alat kapal dan administrasinya dalam hal ini SPB. Jadi semua itu sudah kami periksa dan aman,” akui Anwar.
Queen Marry, lanjutnya, baru dievakuasi dan berlabuh dekat pelabuhan Imam Lastori setelah air pasang.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!