“Ini miris sekali, karena yang tadinya penerbangan setiap hari, sekarang ternyata hanya satu kali. Ini ada apa sebetulnya. Saya juga sangat sedih sekali kalau sampai tidak ada penerbangan mungkin apa yang akan terjadi dengan potensi pariwisata di Morotai. Okelah kita punya laut, tapi jangan sampai cuaca alam dan sebagainya, pasti dampaknya lebih besar lagi. Nah itu yang akan diperhitungkan dan tambah lagi orang tidak akan datang ke Morotai,” katanya prihatin.
“Jadi pariwisata di Morotai, yang harus kita utamakan adalah akses transportasi udaranya yang harus kita urai karena bagi wisatawan akses utama adalah transportasi udara,” sambungnya.
Lanjut Widayanti, walaupun Morotai dikatakan sebagai 10 destinasi wisata baru di Indonesia, tetapi justru tidak berjalan seperti yang diharapkan karena kendalanya ada di akses transportasi udara.
“Karena kita bisa bandingkan beberapa tahun sebelumnya akses transportasi udara masih sangat baik, sehingga banyak wisatawan dari mancanegara berkunjung ke Morotai. Nah nanti disitu kita tanya ke bupati, ada apa sih pak bupati, apakah ada kebijakan lagi dari Pak bupati soal transporasi udara ini,” tukasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!