“Terkait cakupan lima layanan yang masih rendah. Kendalanya, penginputan laporan di aplikasi oleh Puskesmas dan Dinkes karena lambatnya pengiriman data pelayanan dari posyandu setempat,” ungkapnya.

Adapun untuk angka imunisasi, kata dia sudah mencapai 58 persen. Presentase ini dihitung dari Januari sampai Agustus 2023.
Astuti berharap, masyarakat berpartisipasi aktif berkunjung ke Posyandu di masing-masing desa guna mendapatkan imunisasi terutama ibu hamil dan orang tua yang memiliki bayi balita.
“Tantangannya pihak PKK di tingkat desa harus mampu mengerahkan ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi balita untuk dikerahkan ke Posyandu agar mendapatkan pelayanan imunisasi,” imbuhnya.
Diketahui, kegiatan rakor yang digelar ini turut hadir sejumlah pimpinan OPD, 11 kepala desa, 11 Puskesmas, 11 ketua PKK desa dan tiga camat di wilayah Ibukota Kabupaten. (RA/PN-Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!