Menurutnya, nilai TPP untuk ASN yang dialokasikan setiap bulan per tahun tidak terlalu besar, karena hanya di angka Rp 2 miliar saja.
Selain TTP, ia juga meminta gaji perangkat desa yang tertunggak juga dilunasi. “Kalau tunggakan TPP dan perangkat desa ini digabungkan, totalnya setiap bulan sekitar Rp 4 miliar,” sebutnya.
Muhlis lantas menganalogikan tunggakan TPP ASN dan perangkat desa seperti pesawat yang mengalami turbulensi. Yang bisa menyelesaikan persoalan turbulensi ini hanyalah pilot saja.
“Seperti pesawat yang mengalami turbulensi, yang mampu menyelesaikannya adalah pilot. Begitu juga persoalan tunggakan TPP dan perangkat desa ini, yang mampu menyelesaikannya adalah pimpinan,” tandasnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!