Riset Menunjukkan Minat Berbahasa Tidore Mulai Berkurang, Ini Penyebabnya

“Pengajar bahasa Tidore sulit ditemukan, beberapa guru sekolah yang dapat berkomunikasi bahasa Tidore dapat diikutsertakan dalam pelatihan pengajaran bahasa daerah,” kata Failia.

Selain itu, perlu mengalokasikan waktu lebih banyak dalam pelaksanaan muatan lokal bahasa daerah. Pada tingkat SD, bahasa Tidore diajarkan dalam muatan lokal namun alokasi waktu masih dianggap kurang.

BACA JUGA  Dicecar Deprov, Gubernur Malut Singgung Pokir DPRD

“Melihat kondisi ini, dalam rangka pelestarian bahasa daerah, alokasi waktu untuk pelajaran bahasa daerah perlu disediakan, setidak-tidaknya dalam kurikulum muatan lokal,” ujarnya.

“Perlu mengembangkan materi-materi ajar bahasa daerah yang disesuaikan dengan karakteristik kabupaten/kota atau bahkan kecamatan di Maluku Utara. Materi bahan ajar bahasa daerah dikembangkan dengan memasukkan kearifan budaya lokal daerah dalam bahasa daerah perlu dilakukan. Contohnya, cerita rakyat, pantun, syair, lagu. Penyusunan buku ajar melibatkan Dinas Pendidikan, Balai Bahasa dan Universitas Khairun,” sambung Filia.

BACA JUGA  Baru Triwulan I, Retribusi Pasar di Tikep Sumbang PAD Rp 200 Juta Lebih
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah