Filia bilang, peran dan tanggungjawab dari pemerintah daerah setempat perlu ditingkatkan dalam melindungi dan meningkatkan penggunaan bahasa daerah. Seperti menyelenggarakan sebuah kegiatan yang mengusung penggunaan bahasa daerah misalnya lomba stand up comedy dalam bahasa Tidore dan lomba menyanyi dengan lirik lagu berbahasa Tidore.
“Perlu ada komunikasi lebih awal di antara pemerintah daerah, penyusun, dan komunitas pengajar. Dalam rangka menyusun rencana revitalisasi, perencanaan yang melibatkan berbagai pihak perlu dilakukan. Selain alokasi dana dari pihak pemerintah daerah, swadaya dari masyarakat perlu digiatkan. Kesadaran masyarakat untuk melestarikan bahasa daerah perlu dibangun,” ucapnya.
Dalam penyampaian diseminasinya, Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia ini juga menyampaikan, kerjasama lintas komunitas untuk menggalakkan penggunaan bahasa daerah dapat menjadi salah satu alternatif pelestarian bahasa daerah.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!