Dicecar Deprov, Gubernur Malut Singgung Pokir DPRD

Selama ini kenapa saya selalu berikan anggaran Pokir, agar supaya kita saling membantu menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat. Jadi kalau ada yang mengatakan saya perbudak masyarakat itu tidak betul

Abdul Gani Kasuba (Gubernur Malut)

Sofifi, Maluku Utara- Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba dikritik oleh anggota DPRD Malut pada saat rapat paripurna, Rabu (13/9/2023) kemarin.

Anggota DPRD Malut meminta agar di sisa masa jabatan gubernur lebih fokus menyelesaikan berbagai masalah yang belum selesai, mulai masalah pembangunan infrastruktur, masalah RSUD Chasan Boisorie, masalah gaji guru honorer daerah yang belum dibayar selama 8 bulan, dan pemerataan pembangunan di 10 kabupaten/kota.

BACA JUGA  Ini Janji AGK-YA di Sela-Sela Perayaan HUT RI Ke 77

“Saya dan pimpinan OPD sudah berupaya membangun Maluku Utara hampir selama 10 tahun, akan tetapi masalah-masalah tersebut juga tidak bisa diselesaikan secara keseluruhan karena daerah ini sangat kekurangan anggaran. Anggaran kita setahun hanya Rp 2 triliun lebih, tidak akan cukup membangun Maluku Utara,” ungkap gubernur.

Kata gubernur, dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia hanya Maluku Utara yang APBD-nya paling kecil, namun dengan anggaran yang sangat terbatas itu pemerintah masih berupaya membangun daerah ini. 

BACA JUGA  Elang-Rahim Jilid II Siap Mendaftar di KPU Halteng
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah