Penanganan Stunting di Halsel, Wabup Sebut Pemdes Minim Informasi

Hampir sebagian besar pada umumnya pemerintah desa masih minim informasi bagaimana pendekatan dan penganggaran yang akan dialokasikan demi penanganan stunting

Ali Hasan Bassam Kasuba (Wakil Bupati Halsel)

Labuha, Maluku Utara- Wakil Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba menyebut masih banyak pemerintah desa minim informasi soal penanganan stunting. 

Hal ini disampaikan Wabup Bassam yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Halsel, Bassam Kasuba saat diwawancarai Haliyora depan kantor Bapelibangda usai memimpin rapat evaluasi program penanganan stunting, Senin (19/6/2023). 

BACA JUGA  Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Ternate

Bassam mengemukakan sekarang ini saja pihaknya sudah mulai action grebek percepatan penanganan penurunan stunting di setiap zona dari 249 desa yang tersebar di 30 jecamatan se-Halsel. 

“Seperti minggu kemarin, saya bersama TPPS meninjau zona Obi dalam rangka melaksanakan program grebek stunting untuk menekan angka stunting. Insya Allah zona di kecamatan lainnya kami akan turun melibatkan pemerintah desa untuk ambil peran melakukan percepatan penanganan angka stunting,” katanya. 

BACA JUGA  PH Adnan : Seleksi Jabatan Kadis Perkim Objektif, tak Ada Rekayasa

Menurut Bassam, progres penanganan TPPS di tingkat kecamatan sudah berjalan baik, hanya kendalanya yaitu rentang kendali dan luas wilayah juga menjadi kendala umumnya. Selain itu, Wabup Bassam menyebut kendala lain adalah minimnya informasi dari pemerintah desa terkait pendekatan dan penganggaran dari porsi anggaran desa untuk dialokasikan penanganan stunting. Padahal, ada porsi anggaran desa yang diprioritaskan penanganan stunting.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah