Sementara itu, di tempat lainnya, aksi penolakan serupa juga terjadi di Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan. Dimana, puluhan warga desa Kampung Makian Kecamatan Bacan, menyegel gedung sekolah sebagai bentuk protes pergantian kepala sekolah (Kepsek) SMA Negeri 7 Halmahera Selatan.
Berdasarkan pantauan awak media, tiga pintu masuk dan gedung kantor Kepsek di palang menggunakan batang kayu, balok dan papan disertai pamflet bertuliskan menolak kedatangan kepsek baru yakni Iwan Siwang Siwang di sekolah tersebut.
Seperti disampaikan salah satu alumni SMAN 7 Halsel, Arfan Rusli Andili saat diwawancarai Haliyora di depan gedung sekolah Jum’at, (16/6/2023).
Arfan mengatakan, pemalangan gedung sekolah ini dimotori tokoh masyarakat Kampung Makian, orang tua wali murid bersama alumni lantaran merasa kecewa atas pergantian kepsek lama.
“Warga kecewa atas kebijakan Gubernur Malut, yang melantik orang dari luar (Iwan Siwang) menggantikan pak Kepsek Aludin Hi. Sabtu,” ungkapnya.
Menurut Arfan, warga bersama orang tua wali murid meminta gubernur mengembalikan Kepsek Aludin Hi. Sabtu ke tempat semula, jika tidak maka aksi pemalangan ini akan tetap berlanjut.
“Tuntutan kami segera kembalikan pak Aludin Hi. Sabtu sebagai Kepsek SMAN 7 Halsel. Karena warga dan alumni sepakat menolak kepsek dari luar, pemalangan ini sampai hari Senin,” tandasnya. (RA-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!