“Untuk itu, dalam kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata ini dapat ditindaklanjuti secara baik bagi pemerintah desa, masyarakat dan pengelola objek wisata maupun instansi pemerintah daerah. Karena, betapa beruntungnya kita saat ini Morotai masuk dalam 10 besar Bali baru yang menjadi daerah prioritas pembangunan pariwisata di Indonesia dan menjadi tujuan wisatawan domestik maupun internasional,” tambahnya.
M. Umar Ali berharap, dengan berkembangnya desa wisata dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata.
“Dalam arti bahwa mampu mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang berada di desa setempat. Agar hal itu dapat menjadi perhatian baik buat para wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan berkunjung ke suatu daerah apabila daerah itu aman, nyaman dan kondusif. Karena industri pariwisata dapat menjadi tulang punggung perekonomian untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat,” papar Umar.
Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Faisal Kudo kepada wartawan mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pengolahan desa wisata agar lebih profesional dan berkualitas dalam pengolahan desa wisata untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Pulau Morotai.
Lanjutnya, sasaran dari kegiatan ini adalah bagaimana peserta dapat mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan, karena selama ini banyak desa-desa wisata belum memahami betul pengelolaan desa wisata itu sendiri.
“Sehingga dalam pelatihan ini kami meminta supaya peserta dapat dilatih dan dibina oleh narasumber-narasumber yang handal dapat memahami bagaimana cara mengelola desa wisata tersebut. Comtoh seperti wisata Balitako. Tapi itu masih sifatnya mandiri,” ucapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!