Morotai, Maluku Utara- Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat pariwisata dan pelaku usaha pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pulau Morotai menggelar pelatihan pemandu wisata buatan atau Recreation and Theme Park.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Sabhan Lanoni, Rabu (15/06/2022) pukul 08.00 WIT, bertempat di Caffe Irama, Pandanga Morotai Selatan.
“Ini juga kita harus butuh dukungan dari berbagai stakeholder. Alhamdulillah pada tahun ketiga kalau saya tidak salah ingat, kita didukung oleh pemerintah pusat, salah satunya dalam bentuk kegiatan DAK non fisik yg di dalamnya ada kegiatan pelatihan,” kata Sabhan Lanoni kepada Haliyora.
Sabhan memaparkan, sasaran pelatihan untuk pemandu wisata ini tentunya kepada masyarakat tentang bagaimana meningkatkan kapasitas masyarakat di dalam Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis itu sendiri. Adapun pelatihan ini diikuti 40 peserta dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Morotai Selatan dan Morotai Utara, masing-masing dari Desa Kolorai, Pandanga dan Juanga. Lalu Desa Loleo, Bido, Tanjung Saleh, dan Lifao.
“Kelompok sadar wisata ini salah satunya ada di Desa Loleo yang mengelola objek wisata tanjung Amerika. Namun ada juga beberapa Pokdarwis yang tersebar di Morotai ini. Ke depannya itu bisa ada di 6 kecamatan, cuma sampai hari ini untuk Kecamatan Pulau Rao belum dibentuk,” terangnya.
Sambung Sabhan, program pelatihan atas kerja sama Dispar Pulau Morotai dan pemerintah pusat itu akan terus berlanjut sesuai dengan target pemerintah sebagaimana yang sudah diatur di dalam petunjuk teknis pelaksanaannya.
Selain itu, pelatihan ini diupayakan memaksimalkan potensi SDM pemandu wisata bukan hanya di lapangan saja, akan tetapi soal penguasaan bahasa asing.
Sabhan mengakui meskipun saat ini yang menjadi kekurangan para pemandu lokal adalah penguasaan bahasa, namum dia optimis ke depan semua Pokdarwis yang ada di kabupaten itu bisa menguasainya.
“Bila perlu di setiap Pokdarwis itu harus ada yang bisa menguasai bahasa asing yang lebih dari bahasa Inggris. Harapannya adalah ketika mereka dibekali dengan dasar-dasar pengetahuan itu, bisa berimbas pada pelayanan ketika wisatawan datang ke desa wisata tersebut, atau objek wisata yang mereka kelola. Karena salah satu tujuan pembentukan Pokdarwis itu adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat. Jadi mereka kasih keleluasaan untuk mengelola potensi yang ada di desa itu,” pungkasnya. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!