Kata BL, perbuatan oknum kepsek ini sudah berulang kali tapi karena tertekan dan merasa takut dengan ancaman tidak akan naik kelas sehingga dirinya tak berani mengadu ke orang tuanya.
“Tindakan seperti ini sudah pernah dilakukan pak kepsek di tahun sebelumnya. Kejadian ini sudah tiga kali karena dua kali itu pada tahun lalu, tapi kami dibujuk agar tutup mulut, jika tidak akan terancam tak naik kelas, makanya kami takut dan depresi,” beber BL.
Tak hanya itu, kepada wartawan BL juga menceritakan bahwa masalah ini sudah diketahui oleh istri oknum Kepsek tersebut, hanya saja dia dan satu teman yang menjadi korban pelecehan ini diiming-imingi uang tutup mulut agar apa yang dilakukan suaminya itu tidak dibongkar kepada orang lain.
Sementara itu, pengakuan yang sama juga diungkap oleh SS (15 tahun), teman sekelas BL yang juga mendapatkan perlakukan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepsek tersebut.
“Pada Sabtu 4 Februari 2023, saya diajak dengan modus melihat daftar nilai ulangan harian di ruangannya. Tapi tidak disangka pak Kepsek memegang dan meraba bagian area sensitif berulang kali dengan paksaan bahkan bahasa ancaman agar tidak melaporkan ulahnya ke orang tua dan warga,” ungkap SS sambil terbata-bata dan mengaku mendapatkan ancaman yang sama seperti BL.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!