Untuk tingkat kemiskinan menurun dari 6,32 persen menjadi 6,23 persen atau turun 0,15 point, sedangkan untuk laju pertumbuhan Ekonomi naik dari 16,4 persen menjadi 22,94 persen.
“Sementara untuk tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,71 persen menjadi 3,98 persen atau turun 0,73 poin, dan pendapatan per kapita meningkat dari 25,1 juta rupiah perkapita menjadi 30,51 juta rupiah per kapita, atau naik 5,41 juta rupiah per kapita. Selanjutnya untuk indikator ketimpangan, mengalami kenaikan 0,009 poin,” papar Wagub Al Yasin Ali.
Wagub menyampaikan, jika dibandingkan capaian dengan target rencana tahun 2022, maka realisasi makro memperlihatkan pencapaian yang positif.
“Terdapat lima indikator makro dapat melebihi target, akan tetapi untuk rasio gini tidak mencapai target, atau naik 105,5 persen, yang menandakan naiknya ketimpangan pendapatan,” ujarnya.
Selain indikator makro, sambung Wagub, disajikan juga indikator kinerja utama dalam LKPJ ini, yang mana merupakan ukuran keberhasilan pembangunan daerah berdasarkan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan sesuai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur secara umum.
“Sebagian besar target kinerja melampaui target, akan tetapi terdapat pula target kinerja yang belum tercapai yang masih membutuhkan upaya yang lebih optimal,” ucap Wagub.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!