Cegah Gizi Buruk, Pemerintah Harus Sediakan Dapur Anak Sehat di Setiap Desa

- Editor

Rabu, 15 Maret 2023 - 23:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Zulkifli Samania 

Ketua Forum Pemuda Morotai Bangkit (FPMB) Pulau Morotai

STUNTING terus menjadi perbincangan di kalangan masyarakat hingga pemerintah saat ini. Maka harus ada langkah atau upaya pemerintah dalam menekan kurva kondisi buruk pada anak.

Dengan demikian Pemerintah harus terus mencegah gizi buruk anak di Pulau Morotai, baik itu dalam bentuk mengidentifikasi, mensosialisasi bahkah pembagian makanan bergizi terus dilakukan oleh pemerintah di setiap desa. Lantas apakah upaya ini sudah tepat, tentu kita perlu berbagi solusi dan saran. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewat kesempatan ini, saya teringat pesan salah satu dokter spesialis gizi klinis, dr. Marya Haryono mengatakan, penyebab gizi buruk pada anak ada tiga hal yang melatarbelakangi.

BACA JUGA  TPS Kabupaten Halsel Sosialisai Perbup Penetapan Desa Lokus Stunting

Pertama, gizi buruk terjadi tidak hanya faktor ekonomi keluarga tapi masalah keluarga. Kedua, kurangnya hubungan yang harmonis bagi orang tua akan berdampak pada kondisi anak. Dan yang ketiga, nutrisi tidak terpenuhi saat hamil sangat berdampak juga bagi anak.

Maka, dari tiga hal itu, dr. Marya berkesimpulan, stunting tidak hanya terjadi saat anak kekurangan nutrisi saat, tapi stunting bisa terpenuhi saat masa kehamilan. begitu juga dengan kurangnya perhatian orang tua dapat mengganggu pola makan anak yang tidak sehat.

Sehingga, bagi dr. Marya faktor ekonomi juga tidak hanya bagi anak yang orang tuanya miskin. Bisa jadi orang tuanya mampu tapi karena sering mengkonsumsi makanan instan maka sangat berpengaruh bagi kondisi balita.

BACA JUGA  Desa Kusubibi Dominasi Angka Stunting di Halsel

Dengan keterangan diatas, tentu sangat berbanding lurus dengan kondisi dan realitas kita di Pulau Morotai hari ini. Kurangnya penekanan sosialisasi pada pola makan si kecil, bukan pola makan anak yang orang tuanya tidak mampu. Namun yang mampu sekalipun tentu memiliki dampak yang cukup signifikan. Keseringan membeli makanan instan sangat membahayakan kondisi balita. Maka hal ini yang perlu ditekankan oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

Berita Terkait

Demokrasi Semu dan Demokrasi Rasional
Demokrasi Idiot, Peta Jalan Baru Demokrasi Rasional (CAT)
Bau Itu Bernama Politik Busuk 
Pangan Lokal dalam Cengkraman Industri Tambang
Dahsyatnya Sedekah Subuh
Ibu, Tokoh Sentral Dalam Keluarga
Bertahta di Pohon Khuldi
Perempuan Dalam Bayang-bayang Industri Pertambangan PT IWIP
Berita ini 122 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 22:30 WIT

Selain Windi, Ada Perempuan Lain yang Disebut di Sidang Kasus Suap AGK

Rabu, 17 April 2024 - 21:55 WIT

Maju di Pilbup Halsel, Putra Obi Ini Bidik Demokrat dan Gerindra 

Rabu, 17 April 2024 - 20:51 WIT

Pemkab Halsel Gratiskan Umroh Untuk 100 Imam Masjid, Anggarannya Rp 4 Miliar

Rabu, 17 April 2024 - 20:35 WIT

Soal Akun SIPD Pemprov Malut Diblokir Kemendagri, DPRD Berbeda Pandangan

Rabu, 17 April 2024 - 19:52 WIT

Tauhid Soleman Kembalikan Formulir Pendaftaran Balon Walikota Ternate ke Gerindra

Rabu, 17 April 2024 - 18:11 WIT

Mislan Syarif, Kandidat Balon Bupati Pertama yang Daftar di Partai Gerindra Taliabu

Rabu, 17 April 2024 - 18:04 WIT

AGK Akui Minta Dinas PUPR dan BPBJ Atur Menangkan Kian di Proyek Halut

Rabu, 17 April 2024 - 17:00 WIT

Saksi Akui Terdakwa Stevi Sering Minta Foto Selfie dengan AGK

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!