Kenang Kematian Nenek Asi, Warga Morotai Angkat dalam Teater

Konsep teatrikal ini mengangkat cerita selama seminggu kematian nenek Asi menurut kepolisian sesuai hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim forensik (dokter)

Didik Wahyudi (Pembina Utama Sanggar D’aloha)

Daruba, Maluku Utara- Kematian Asi Lessy (80 tahun), warga Gotalamo, Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai diangkat dalam teatrikal puisi yang dipentaskan oleh Sanggar Moro D’aloha, Sabtu (11/3/2023), malam di Gotalamo Food Center (GFC).

Pentas ini digagas oleh para pembina Sangga D’aloha Morotai. Adapun teater yang diangkat ini berlatar belakang kasus kematian wanita paruh baya asal Gotalamo yang ditemukan meninggal di sebuah perkebunan di kilometer 3 Morotai pada Jumat, 17 Februari 2023 lalu yang masih misterius dengan judul “Meme Posininga” atau “Nenek Kami Ingat” dengan bertajuk “Menolak Lupa”.

BACA JUGA  Wartawan Haliyora.Id Raih Juara II Lomba Penulisan Esai di HUT Kabupaten Halmahera Selatan

Diketahui, kasus kematian Asi Lessy saat itu sempat menggegerkan publik Morotai. Kasus ini, mendapatkan empati warga dan kalangan mahasiswa yang meminta agar polisi segera mengungkap kematian nenek berusia 80 tahun itu. Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani Polres Pulau Morotai.

“Konsep teatrikal ini mengangkat cerita selama seminggu kematian nenek Asi menurut kepolisian sesuai hasil autopsi yang dilakukan oleh Tim forensik (dokter) pada beberapa waktu lalu bahwa nenek Asi meninggal disebabkan karena gangguan asfiksia (sesak napas). Dengan pernyataan tersebut hingga membuat beberapa versi yang agak sedikit berbeda dengan pihak kepolisian dan bahkan wacana di masyarakat,” kata Didik Wahyudi, pembina utama Sanggar D’aloha yang juga Kepala Sekolah SDN Unggulan 1 Morotai.

BACA JUGA  Tim Pencarian Kapal Tenggelam di Halsel Dilempari Warga
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah