Munculnya wacana ini, turut memancing respon keluarga almarhumah yang meminta keadilan atas kematian ibu atau nenek mereka.
Hal itu disampaikan anak bungsu almarhumah, Midar Lanoni (42) tahun, ketika dikonfirmasi Haliyora.Id, didepan rumah duka, pada Senin (28/02) malam.
Ia mengatakan bahwa sebagai anak, pihaknya meminta keadilan. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Kapolres tidak sesuai dengan dengan fakta dilapangan pada saat ibunya ditemukan oleh Tim Basarnas.
“Selama ibu kami masih hidup, almarhumah tidak pernah mengalami gejala atau penyakit sesak napas itu. Almarhumah terakhir sakit itu pada awal tahun 2022 lalu dan itu pernah masuk rumah sakit tapi bukan karena sesak napas. Dia sakit karena darah tinggi. Itu sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh dokter. Bahkan catatan sakitnya masih ada di rumah. Kami masih sempat simpan,” ungkapnya.Pihak keluarga sendiri belum mengakui pernyataan Kapolres atas hasil otopsi itu.
“Intinya itu tidak benar. Kami lebih tahu bagaimana kondisi almarhumah saat masih hidup,” ucap Midar sembari mengeluarkan air mata seraya meminta keadilan dan pihak kepolisian agar dapat mengungkap fakta kematian ibunya. (RF-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!