Saking kesalnya, pemilik RM Jojoba itu menilai Kepala Dinas Perindagkop Tikep, Saiful Latif asal bicara tanpa menjawab klarifikasi yang dilayangkannya itu.
“Pak Kadis malah bilang ke saya bahwa cuma disuruh pimpinan. Kalau dia tidak ikuti perintah pimpinan, dia bisa dipecat. Kadis juga mengibaratkan ke saya bahwa tempat kuliner ini seperti kos-kosan. Kalau pemiliknya sudah tidak mau jangan dipaksa. Saya sebenarnya emosi dan mau ungkap ini ke media, tetapi keluarga saya menahan karena menjaga nama baik mereka,” kisahnya.
Dirinya juga mengaku merasa kecewa dengan sikap Pemkot Tikep lantaran hanya karena persoalan harga makanan, usahanya itu ditutup.
Mestinya dari awal sewaktu dirinya melayangkan surat klarifikasi itu harusnya direspon, bukan malah menggubris begitu saja. Akibatnya, tuduhan bahwa rumah makan yang dikelolanya itu benar-benar menjual makanan dengan harga mahal seperti yang disangkakan selama ini.
“Saya sampai pakai pendekatan persuasif. Saya meminta maaf kalau saya ada salah tolonglah, bapak sebagai kepala dinas bisa bina saya kalau ada salah. Saya juga sudah buat surat klarifikasi kenapa tidak direspon malah meminta saya kosongkan tempat ini,” tandasnya dengan nada kecewa.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!