Samsu mengaku, selain penanganan sampah di area Smart City, pekerjaan rumah DLH lainnya yaitu pengelolaan limbah dan perawatan pohon. Untuk memperlancar tugas ini, DLH akan berkolaborasi dengan pemerintah desa.
“DLH Halsel akan usulkan ke Bapelitbangda untuk mereview RKPDes agar bisa berkolaborasi dengan desa di ibukota menyiapkan satu unit kendaraan pengangkut sampah di tiap desa. Sedangkan tugas DLH menyediakan kontainer dan tong sampah di setiap desa untuk penanganan sampah di ibukota Bacan,” tambahnya.
Lanjutnya, tahun 2023 ini, Dana Alokasi Umum (DAU) yang dikelola DLH Halsel sebesar sembilan miliar rupiah lebih. Dana yang tersedia ini diperuntukan untuk menangani sampah dan gaji pegawai kebersihan.
“Iya, pagu DLH hanya sebesar Rp.9 miliar ini dialokasikan bidang persampahan sebesar Rp.5 miliar termasuk gaji pegawai kebersihan. Kemudian sebesar Rp 4 miliar sisanya itu dialokasikan ke bidang limbah dan bidang perawatan pemanfaatan pohon,” tandasnya. (RA-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!