Lebih lanjut Nasrun menyebutkan, pada Oktober tahun 2022, ketersedian stok Minyak Kita khususnya di Morotai terbilang cukup yaitu sebanyak 30 kontainer yang didatangkan untuk tahap I. Kemudian tahap II pada Januari tahun 2023 sebanyak 10 kontainer. Kuota Minyak Kita yang disuplai ini dipasok ke salah satu distributor di Morotai.
Hanya saja pada Desember 2022, para distributor Minyak Kita mulai berulah dengan menaikan harga seenaknya tanpa memperhatikan harga HET.
“Jika tidak indahkan teguran kami maka sanksi selanjutnya yang akan diberikan adalah penutupan sementara tokonya sambil diberikan pembinaan.
Tapi kalaupun sudah pembinaan lalu mereka tidak bisa ikuti aturan yang sudah ditetapkan, maka kami akan tutup permanen,” tandasnya. (RF-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!