Disini lebih banyak pembeli atau lebih ramai ketimbang di Tidore. Selain itu ongkos perjalanan kami lebih murah ketimbang harus ke Soa Sio.
Pedagang hasil bumi dari Tidore
Ternate, Maluku Utara-Sudah menjadi hal lumrah jika mendengar hasil pertanian yang dijual di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), berasal atau didagangkan oleh warga Tidore.
Hal itu memang sudah dilakukan sejak lama terutama oleh ibu-ibu dari Tidore yang menjual beragam hasil pertanian mereka berupa tomat, timun, terong, dan sayur-sayuran lainnya. Sasaran para pedagang dari Tidore terutama wilayah Kelurahan Rum itu biasanya dijual di pasar Kota baru, Kecamatan Ternate Tengah.
Amatan Haliyora.id, suasana ramai oleh pedagang dari Tidore ini kerap terjadi di hari Rabu dan Sabtu setiap pekannya. Lalu, apa alasan para penjual hasil bumi yang umumnya dipetik dari kebun mereka sendiri untuk menjualnya di kota Ternate bukan di Tidore?
“Kami menjual hasil pertanian ini di Ternate karena disini lebih banyak pembeli atau lebih ramai ketimbang di Tidore. Selain itu ongkos perjalanan kami lebih murah ketimbang harus ke Soa Sio (pusat pemerintahan Kota Tikep),” ungkap salah seorang anak dari pedagang ketika ditemui Haliyora.id, Rabu (01/02/2023).
Ia juga menyampaikan bahwa sudah diizinkan berjualan karena mereka juga membayar tempat penjualan. “kami kesini itu setiap hari Rabu dan Sabtu,” ungkapnya.
Memang jika diperhatikan, untuk menuju ke Ternate dari pelabuhan speedboat Rum Tidore, dibutuhkan waktu hanya sekitar 15 menit dibanding menuju ke Soa Sio dengan waktu tempuh hampir setengah jam atau 30 menit dengan angkutan darat. (CRD-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!