DKP Morotai Programkan COD untuk Pengantaran BBM Nelayan

Daruba, Maluku Utara- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), membuka program Cash On Delivery (COD) atau program pengantaran BBM bersubsidi secara langsung suplier nelayan.

Harga BBM untuk nelayan lebih tinggi dari harga het yang ditetapkan oleh pemerintah, membuat DKP berinisiatif melaksanakan program ini sejak 22 Oktober 2022.

Kepala DKP Pulau Morotai, Yoppy Jutan, mengatakan masalah disparitas harga BBM nelayan Morotai itu cukup tinggi. “Maka DKP Morotai berinisiatif pada tahun kemarin membuka program ini,” ungkap Yoppy kepada Haliyora.Id melalui whatsAap, Kamis (26/1/2023).

Dicontohkan Yoppy, di Desa Leo-Leo Rao, Kecamatan Pulau Rao Nelayan harus membeli BBM dengan harga yang mencapai 17-19 ribu rupiah untuk sampai lokasi di desa mereka.

BACA JUGA  Imbas Pemangkasan TKD, 3 OPD Pemprov Malut Merana, DPRD : Sangat Merugikan Daerah

“Tetapi dengan adanya program layanan COD BBM Nelayan, harga yang nelayan beli adalah 10 ribu per liter (untuk jenis pertalite murni),” jelasnya.

Olehnya itu, kata Yoppy, volume BBM nelayan jenis pertalite maupun solar bersubsidi yang telah tersalurkan sebanyak 792.879 liter. “Dengan jumlah surat rekomendasi mencapai 2.000 lembar,” beber Yoppy.

Program ini sendiri bisa direalisasi atas dukungan Pertamina melalui Sales Branch Manager Area Kupa-Kupa Tobelo, pengelola SPBUN Daeo Majiko maupun pihak swasta yang melayani jasa pengantaran serta seluruh pelaku usaha UMKM Perikanan maupun Koperasi Perikanan di Morotai.

BACA JUGA  Ketua TP PKK Hikmah Bahmid Sibua : Perempuan Morotai Harus Terus Berkembang Seiring Dinamika Zaman

“Karena, dengan kerjasama yang terbangun dengan Pemerintah Daerah Pulau Morotai dapat terlaksana dengan baik sehingga ada penambahan kuota BBM lagi bagi nelayan di tahun 2023,” katanya.

DKP juga telah memperluas wilayah pelayanan dan terdistribusi ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pulau Morotai termasuk pada nelayan kecil yang berada di Pulau Rao dan Morotai Jaya.

“Sebelum program Cash On Delivery (COD) BBM nelayan harga mencapai 17 ribu rupiah bahkan 19 ribu rupiah per liter akibat tingginya biaya transportasi BBM,” pungkasnya seraya berharap program ini dapat menstabilkan harga ikan dan menjaga asupan protein untuk warga. (RF-3)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah