IGD RSUD Sudah Steril, Kantor Gubernur Bakal jadi Sasaran Berikut?

Ternate, Maluku Utara-Aksi unjuk rasa pegawai atau tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoeri yang dalam dua hari terakhir pada 20-21 Januari 2023 di rumah sakit tersebut, telah berakhir.

Amatan Haliyora.id sekitar pukul 10.00 WIT, area yang dalam dua hari terakhir ramai karena diduduki para Nakes itu, yakni depan Instalasi Gawat Darurat (IGD), telah dikosongkan. Begitu juga bentangan spanduk dan pamplet tuntutan Nakes yang ditempel, sudah tidak terlihat lagi.

Pun demikian dengan aktivitas di area tersebut sudah normal kembali seperti biasanya sebagai akses masuk keluar ruang IGD rumah sakit bertipe B yang beralamat di Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) itu.

Sejumlah sumber-sumber di rumah sakit yang ditanya mengaku bahwa aksi itu sudah diakhiri sejak Minggu (22/01/2023) malam. Namun, para karyawan RS itu menolak untuk ditanyai terkait alasan dihentikannya unjuk rasa para Nakes itu.

Sementara itu, dari informasi yang diserap Haliyora.id, aksi tersebut diakhiri tanpa ada pembubaran dari pihak manapun. Para Nakes menarik diri karena tengah mengatur gerakan lanjutan dengan sejumlah ormas dan organisasi kemahasiswaan bersama dengan guru-guru yang akan lakukan aksi pemboikotan kantor Gubernur Malut terkait dengan hak-hak Nakes dan guru yang belum terbayarkan.

BACA JUGA  2 Bulan TPP Nakes RSUD CB Akan Dibayar Pekan Ini, Skemanya Tetap Pakai Pergub

“Jadi sementara karena ada fokus konsolidasi. Jadi inisiasi ini ya menarik diri sementara dari titik konsentrasi aksi di RSUD,” kata aktivis TPP Tipikor Malut, Zainal Ilyas melalui pesan whatsapp pada Haliyora.id, Senin petang.

Sebagaimana diketahui, aksi itu dipicu belum dibayarkannya Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) para Nakes yang sudah tertunggak selama 15 bulan. Bukan baru sekali itu saja, namun aksi-aksi serupa telah dilakukan guna menuntut pembayaran atas apa yang menjadi hak Nakes tersebut.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba telah memutuskan untuk memerintahkan agar TPP Nakes ini segera dibayarkan. Itupun dengan skema pembayaran untuk tiga bulan terlebih dahulu, dimananya sisanya akan ditampung dalam APBD perubahan tahun 2023.

BACA JUGA  Wali Kota Ternate Ancam Copot Pimpinan OPD Pengelola Pasar dan Terminal

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Gubernur Malut telah melakukan pertemuan dengan jajaran DPRD Provinsi Malut di Sahid Hotel, Minggu malam hingga Senin dini hari WIT.

Kepada wartawan usai pertemuan tersebut, Gubernur menyampaikan pembayaran TPP Nakes akan dibayar di bulan Februari 2023. Untuk tahap awal, Pemprov akan membayar tiga bulan tunggakan. Sisanya jika ada anggaran, akan dibayar sembilan bulan kedepannya,

Seraya menjamin akan dibayarkannya tunggakan TPP dimaksud, Gubernur AGK memastikan tidak akan ada pinjaman ke bank sebagaimana yang pernah diwacanakan untuk membayar TPP Nakes RSUD yang tertunggak 15 bulan itu.

“Ada uang untuk membayar TPP tiga bulan. Dan tidak ada pinjaman melainkan uang dari Dinas Kesehatan yang berkisar 20 miliar. Akan dibuka lima miliar untuk membayar TPP Nakes tiga bulan nanti,” jelasnya.

Sementara untuk sisa tunggakan, lanjut gubernur, akan diakomodir dalam APBD Perubahan. “Setelah (APBD) perubahan kita akan bayar,” janjinya.  (DR-3)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah