Morotai, Maluku Utara– Selain pengemudi bentor, bantuan sosial (bansos) untuk dampak kenaikan harga BBM juga menyasar ke para sopir angkutan umum yang tersebar di lima (5) kecamatan di Morotai, terhitung dari November sampai dengan Desember 2022.
Sebagaimana data yang diperoleh, para sopir kendaraan umum atau angkot yang mendapat stimulan dampak inflasi pasca kenaikan BBM ini sebanyak 87 orang. Data tersebut berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pulau Morotai. “Ada sebanyak 100 orang lebih pengemudi atau sopir angkot, datanya dari Organda Morotai, tetapi yang bisa mendapatkan bantuan ini hanya 87 orang saja,” kata Kadishub Pulau Morotai, Zulkifli Ibrahim, Jum’at, (30/12/2022) pekan lalu.
Menurut Zulkifli, data Organda ini tidak bisa dijadikan acauan Dishub karena data yang dibeberkan tidak disertai dengan nomor plat dan nama pemilik kendaraan. “Karena yang dikasih hanya jumlahnya saja, tapi tidak dengan plat mobil maupun nama pemilik kendaraan. Jadi sampai hari ini data yang diminta juga tidak dikasih, sehingga yang bisa dipakai hanya 87 orang saja,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, para sopir penerima bantuan kenaikan harga BBM ini dihitung berdasarkan jarak tempuh atau per kecamatan.“Dari 5 kecamatan itu, besaran insentifnya yang mereka terima itu berbeda-beda karena berpengaruh dengan jarak,” jelas Zulkifli.
Adapun insentif angkutan umum khusus diwilayah Daruba, Kecamatan Morotai Selatan perbulan yang diterima yaitu Rp 1.057.500, untuk wilayah Daruba-Wayabula, Kecamatan Morselbar sebesar Rp 1.410.000, kemudian Daruba-Morotai Timur sebesar Rp 1.410.000.
Selanjutnya, untuk Daruba-Bere-Bere di Kecamatan Morotai Utara yaitu sebesar Rp 1.763.500 dan untuk Daruba-Sopi atau di Kecamatan Morotai Jaya yaitu sebesar Rp 2.115.000.
“Kenapa Morotai Jaya agak besar, karena jarak Morotai Jaya kan lebih jauh dari kecamatan yang lain, sehingga Dishub sehingga dana inflasi Bansos yang diterima mereka itu agak besar,” sebutnya.
Zulkifli menegaskan, apabila para sopir yang mendapatkan subsidi bantuan kenaikan BBM ini malas beroperasi maka bantuan tersebut akan dialihkan ke sopir lain.
“Kita akan menempatkan petugas Dishub di terminal untuk mendata aktivitas mereka, kalau mereka malas mencari atau tidak pernah masuk di Terminal CBD sini, dan hanya duduk diruma lalu terima bantuan, maka kita bisa menggantikan denga sopir angkot yang lain atau yang belum masuk dalam data dishub dari 87 itu,” tegasnya. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!