14 Tahun Mengabdi, Perawat Ini Diberangkatkan Umroh Oleh Pemkab Halsel

Halsel, Maluku Utara- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), memberikan penghargaan kepada La Amurini Amd.Kep, tenaga kesehatan berstatus honorer daerah yang bertugas di Puskesmas Sum, Kecamatan Obi Timur.

Penghargaan yang diberikan Pemkab Halsel kepada La Amurini itu berupa bonus satu unit komputer hingga tiket umroh ke tanah suci Mekkah.

Penyerahan bonus komputer dan tiket umroh ini langsung diserahkan Bupati Halsel, Usman Sidik didampingi Kadis Kesehatan, Asia Hasyim di halaman kantor Bupati usai apel gabungan, Senin (14/11/2022).

Kepala Bidang SDK Dinkes Halsel, Randi A. Rahman saat diwawancarai Haliyora mengatakan, bonus yang diberikan Pemkab Halsel kepada La Amurini ini adalah bentuk penghormatan kepada perawat Desa Sosepe, Kecamatan Obi Timur itu atas dedikasinya selama 14 tahun mengabdi dibidang kesehatan sejak diangkat menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada tahun 2008 silam.

BACA JUGA  Lagi, Bangkai Paus Sperma Ukuran 2 Meter Lebih Ditemukan Nelayan Morotai

“Jadi, La Amurini merupakan seorang perawat yang sehari-hari bertugas di Desa sosepe sampai dengan sekarang sebagai tenaga PTT daerah. Awalnya menjadi pegawai PTT daerah pada tahun 2008 di Desa Sosepe, Kecamatan Obi Timur, wilayah kerjanya Puskesmas Sum,” jelas Randi.

Kata Randi, jika saat itu La Amurini lebih mementingkan karirnya dibanding dengan tugasnya utamanya melayani kesehatan masyarakat, barangkali saat ini yang bersangkutan sudah menjadi ASN.

Berangkat dari kisah tahun 2009 silam, dimana saat itu bertepatan dengan tes CPNSD yang diadakan pada bulan November, ketika hendak berangkat mengikuti tes, tiba-tiba La Amurini didatangi warga Desa Kelo untuk memintanya memberikan layanan kesehatan kepada warga yang terjangkit penyakit diare karena saat itu petugas kesehatan didesa tersebut tidak ada. Apalagi didesa itu, wabah penyakit diare melanda hebat sehingga perlu penanganan serius dari pihak-pihak terkait.

BACA JUGA  Mantan Camat Ternate Utara Dapat Kalpataru

“Pada waktu itu Desa Kelo belum di tempatkan petugas kesehatan, sehingga ia pun segera memberikan pelayan kesehatan kepada masyarakat di desa tersebut, bahkan ia pun rela mengorbankan masa depanya untuk tidak mengikuti tes CPNSD demi untuk pengabdian kepada masyarakat,” kisah Randi.

Selain itu lanjut Randi, Pria kelahiran Buton, 13 April 1983 silam itu dikenal disiplin dan loyal dengan tugasnya melayani masyarakat tanpa pamrih. Faktor inilah yang menjadikan La Amurini dihargai dan dikenal masyarakat luas.

“Patut dicontohi sosok La Amurini selain melakukan tindakan keperawatan ia juga mempunyai keahlian dalam melakukan tindakan persalinan, yang natabenenya adalah tugas dari seorang bidan namun itu dikerjakannya,” pungkas Randi seraya mengapresiasi La Amurini atas dedikasinya selama ini. (Asbar-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah