Ternate, Maluku Utara- Pemerintah Kota Ternate meminta dukungan kepada balai di bawah Kementerian PUPR untuk melakukan pekerjaan perbaikan sejumlah talud yang tingkat kerusakannya sampai 70 persen.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kalpin Nur kepada Haliyora usai melakukan rapat bersama dengan Pemkot di Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (10/11/2022).
Kalpin mengatakan Pemkot Ternate meminta kepada BWS untuk mengcover sejumlah persoalan kerusakan talud di Kecamatan Pulau Moti maupun Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, dan Kelurahan Gamalama akibat bencana gelombang pasang yang terjadi pada akhir tahun 2021 lalu yang tingkat kerusakannya rata-rata mencapai 70 persen.
Kata Kalpin, dengan tingkat kerusakan ini akan menguras anggaran cukup besar jika diperbaiki nanti. Sementara, Kementerian PUPR menyampaikan kepada BWS Malut bahwa terjadi defisit sebesar Rp 6 triliun setelah mengerjakan 65 bendungan, sehingga untuk pekerjaan yang anggarannya bersumber dari APBN belum dapat dilakukan.
Semua pekerjaan (anggaran), sambung Kalpin, diprioritaskan pada percepatan pembangunan Ibu Kota Sofifi. “Tapi Kementerian PUPR telah menyarankan kepada kita untuk menggalakkan Operasi Pemeliharaan Optimistis dan Rehabilitasi (OPOR), jadi untuk pembangunan yang baru belum bisa dilakukan, kalaupun ada, itu hanya dilakukan pada pengangkutan sedimentasi di kali mati, tepatnya di Kelurahan Dufa-Dufa. Jadi kami belum bisa memperbaiki sejumlah talud tersebut pada tahun 2023. Tapi nanti kita upayakan,” ucapnya.
Kalpin menambahkan, untuk perbaikan talud sesuai dengan permintaan Pemerintah Kota Ternate, telah diusulkan pada tahun 2024 melalui Dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), bukan dari dana APBN.
“Sementara untuk APBN kita fokus pada IKN dan percepatan pembangunan ibu Kota Sofifi, jadi nanti melalui dana Surat Berharga Syariah Negara,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Rus’an M Nur Taib juga mengakui bahwa BWS Maluku Utara tidak dapat melakukan pekerjaan perbaikan talud yang telah usulkan oleh Pemkot tersebut.
“Karena defisit jadi belum biasa dikerjakan, tapi mereka berjanji akan dikerjakan pada tahun 2024,” ujarnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!